Korupsi, seolah-olah sudah menjadi VIRUS yang terus menjalar dan menjadi suatu tradisi atau budaya yang telah mengakar di negeri kita, Indonesia. Selama berpuluh puluh tahun kita kita terus ter
Padahal dinegara kita yang notabene penduduknya beragama muslim terbesar didunia teernyata praktek Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme atau yang biasa disebut KKN bisa berkembang subur .
Sebenarnya Kita harus bangga karena Indonesia memiliki keunikan dan keaneka ragaman yang berbeda dengan bangsa –bangsa lain di dunia, contohnya:
1. Kita mmpunyai bahasa dan budaya yang banyak sekali yang tersebar diseluruh wilayah Indonesia
2. Indonesia berpenduduk Muslim terbesar didunia
3. Indonesia Berpenduduk Terpadat dia Asia No 3 setelah Cina dan India yang sekarang udah lebih dari 220 juta orang.
4. Indonesia mempunyai kekaayaan alam yang melimpah yang tidak dimiliki bangsa lain, bahkan kayaknya apa saja yang dibutuhkan yang bernama Manusia, semuanya tersedia. Tapi yang menimbulkan pertanyaan kenapa rakyat kita mayoritas masih hidup di bawah garis kemiskinan? Kalau menurut saya sih karena penyebab utamanya karena penyakit yang bernama KORUPSI telah merenggut kesempatan rakyat Indonesia untuk bisa menikmati kekayaan alam yang begitu melimpah ruah dinegeri tercita ini. Orang orang yang diberi amanah untuk mengelola Negara ini memggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri sendiri, dan golongan serta Partai Politik. Para pemimpin-pemimpin kita tidak tidak merasa bahwa kekuasaan adalah merupakan Amanah yang yang harus dipertanggungjawabkan didunia dan diakherat kelak. Bagaimana menurut anda?
5. Dan yang kelima ini adalah menurut saya sangat kontradiksi dengan keunggulan dibandingkan dengan negar lain yaitu, menurut berbagai sumber Kita menduduki peringkat Ke 3 di Dunia dan Ke 1 Di Asia dalam hal Korupsi. Sungguh suatu hal yang terkadang tidak masuk diakal karena Negara kita terkenal dengan budaya yang santun, berbudaya, Agamis , tetapi kenapa perilaku para pemimpin-pemimpin kita tidak mencerminkan pribadi –pribadi yang berbudi luhurAmanat Rakyat yaitu meningkatkan kesejahteraan bagi sluruh rakyat Indonesia yang tercantum di Pancasila dan UUD 1945.
Padahal dinegara kita yang notabene penduduknya beragama muslim terbesar didunia teernyata praktek Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme atau yang biasa disebut KKN bisa berkembang subur .
Sebenarnya Kita harus bangga karena Indonesia memiliki keunikan dan keaneka ragaman yang berbeda dengan bangsa –bangsa lain di dunia, contohnya:
1. Kita mmpunyai bahasa dan budaya yang banyak sekali yang tersebar diseluruh wilayah Indonesia
2. Indonesia berpenduduk Muslim terbesar didunia
3. Indonesia Berpenduduk Terpadat dia Asia No 3 setelah Cina dan India yang sekarang udah lebih dari 220 juta orang.
4. Indonesia mempunyai kekaayaan alam yang melimpah yang tidak dimiliki bangsa lain, bahkan kayaknya apa saja yang dibutuhkan yang bernama Manusia, semuanya tersedia. Tapi yang menimbulkan pertanyaan kenapa rakyat kita mayoritas masih hidup di bawah garis kemiskinan? Kalau menurut saya sih karena penyebab utamanya karena penyakit yang bernama KORUPSI telah merenggut kesempatan rakyat Indonesia untuk bisa menikmati kekayaan alam yang begitu melimpah ruah dinegeri tercita ini. Orang orang yang diberi amanah untuk mengelola Negara ini memggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri sendiri, dan golongan serta Partai Politik. Para pemimpin-pemimpin kita tidak tidak merasa bahwa kekuasaan adalah merupakan Amanah yang yang harus dipertanggungjawabkan didunia dan diakherat kelak. Bagaimana menurut anda?
5. Dan yang kelima ini adalah menurut saya sangat kontradiksi dengan keunggulan dibandingkan dengan negar lain yaitu, menurut berbagai sumber Kita menduduki peringkat Ke 3 di Dunia dan Ke 1 Di Asia dalam hal Korupsi. Sungguh suatu hal yang terkadang tidak masuk diakal karena Negara kita terkenal dengan budaya yang santun, berbudaya, Agamis , tetapi kenapa perilaku para pemimpin-pemimpin kita tidak mencerminkan pribadi –pribadi yang berbudi luhurAmanat Rakyat yaitu meningkatkan kesejahteraan bagi sluruh rakyat Indonesia yang tercantum di Pancasila dan UUD 1945.


